Teks Narasi
Misteri di Balik Peta Tua
saat waktu liburan tiba Yasmin dan keluarga pergi berkunjung ke rumah nenek yang berada di kaki gunung. Rumah tersebut sudah lama kosong karena sang Nenek sudah lama meninggal dunia. Pada suatu pagi Yasmin bersama dengan ibunya membersihkan rumah nenek. saat ia pergi ke loteng dan menemukan sebuah peti kayu kecil yang di dalamnya berisi peta kuno. "Apa ya ini" gumam Yasmin sambil membuka peta yang tergulung. setelah dibuka terdapat sebuah tulisan yang sudah pudar, "untuk yang berani melangkah" tulisan tersebut berhasil membangunkan jiwa penasaran Yasmi.
Dengan tekad yang kuat Yasmin mencoba untuk membaca peta tersebut namun setiap ia menyentuh peta, petunjuknya selalu berubah-ubah, tidak menunjukka nama tempat hanya menunjukkan simbol-simbol sederhana. Yasmin mulai mengikuti arah peta yang menuju hutan belakang rumah. Semakin jauh ia melangkah, suasana hutan semakin mencekam. Udara semakin dingin, pepohonan tampak menjulang tinggi dan besar.
Tiba-tiba jalan setapak yang Yasmin lalui menghilang. " sepertinya aku tersesat, kemana arah selanjutnya?" gumam Yasmin dengan suara bergetar. Peta yang berada di tangan Yasmin memancarkan sebuah cahaya membentuk petunjuk baru menuju sebuah gua. Ia ragu-ragu namun pada akhirnya "Baiklah aku akan percaya kepadamu," kata Yasmin dengan langkah yang semakin cepat dan jantung berdegup kencang .
Setelah perjalanan panjang Yasmin akhirnya menemukan pintu gua. Didalam gua ada seorang kakek tua berjubah hitam berdiri dengan tongkat naga. "sudah lama tidak ada yang datang kemari," ujar kakek yang berada dalam gua. "Siapa anda" tanya Yasmin". Aku adalah penjaga waktu, peta itu membawamu kemari karena keberanianmu".
Di dalam gua Kakek menunjukkan gambaran dua arah kembali kepada Yasmin dengan rintangannya masing-masing. " Pilihlah, jalan pertama dengan Medan jalan mudah namun sangat gelap sedangkan, jalan kedua medan jalan terjal dan licin namun cahaya yang terang. " Yasmin merenung dan memikirkan secara mantap lalu ia berkata " Aku akan memilih untuk lewat jalan yang terang meskipun sulit".
Dengan kerja keras dan pantang menyerah, ia mampu melewati jalan terjal itu dengan Kilauan cahaya yang menyertai langkahnya. Samar- samar ia mendengar suara kakek berkata "keberanianmu telah membawamu ke arah pulang ". saat ia membuka mata Yasmin sudah berada di tempat di mana ia pertama kali masuk ke hutan. Peta yang ditangannya berubah menjadi kertas kosong usang nan lecek.
Yasmin berdiri dengan tersenyum, dari kejadian yang sudah ia lalui, perjalanan mengajarkan arti sebuah keberanian mengambil keputusan dengan segala resiko yang mungkin terjadi. Ia belajar tantangan hidup harus di hadapi dengan keyakinan dan tekad yang berani, karena keberanian akan menunjukkan menuju jalan keluar.
Komentar
Posting Komentar